Powered By Blogger

Rabu, 04 Februari 2009

Kisah Nyata...

Tujuh kali naik Haji tidak bisa melihat Ka'bahSebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya, Hasan (bukannama sebenarnya), mengajak ibunya untuk menunaikan rukun Islam yangkelima.Sarah (juga bukan nama sebenarnya), sang Ibu, tentu senang denganajakananaknya itu. Sebagai muslim yang mampu secara materi, mereka memangberkewajiban menunaikan ibadah Haji.Segala perlengkapan sudah disiapkan. Singkatnya ibu anak-anak iniakhirnyaberangkat ke tanah suci. Kondisi keduanya sehat wal afiat, tak kurangsatuapapun. Tiba harinya mereka melakukan thawaf dengan hati dan niat ikhlasmenyeru panggilan Allah, Tuhan Semesta Alam. "Labaik allahuma labaik,akudatang memenuhi seruanMu ya Allah".Hasan menggandeng ibunya dan berbisik, "Ummi undzur ila Ka'bah (Bu,lihatlahKa'bah)." Hasan menunjuk kepada bangunan empat persegi berwarna hitamitu.Ibunya yang berjalan di sisi anaknya tak beraksi, ia terdiam. Perempuanitusama sekali tidak melihat apa yang ditunjukkan oleh anaknya.Hasan kembali membisiki ibunya. Ia tampak bingung melihat raut wajahibunya.Di wajah ibunya tampak kebingungan. Ibunya sendiri tak mengerti mengapaiatak bisa melihat apapun selain kegelapan. beberapakali ia mengusap-usapmatanya, tetapi kembali yang tampak hanyalah kegelapan.Padahal, tak ada masalah dengan kesehatan matanya. Beberapa menit yanglaluia masih melihat segalanya dengan jelas, tapi mengapa memasuki MasjidilHaram segalanya menjadi gelap gulita. Tujuh kali Haji Anak yang sholehitubersimpuh di hadapan Allah. Ia shalat memohon ampunan-Nya. Hati Hasanbegitu sedih. Siapapun yang datang ke Baitulah, mengharap rahmatNYA.Terasahampa menjadi tamu Allah, tanpa menyaksikan segala kebesaran-Nya, tanpamerasakan kuasa-Nya dan juga rahmat-Nya.Hasan tidak berkecil hati, mungkin dengan ibadah dan taubatnya yangsungguh-sungguh, Ibundanya akan dapat merasakan anugrah-Nya, denganmenatapKa'bah, kelak. Anak yang saleh itu berniat akan kmebali membawa ibunyaberhaji tahun depan. Ternyata nasib baik belum berpihak kepadanya.Tahun berikutnya kejadian serupa terulang lagi. Ibunya kembali dibutakandi dekat Ka'bah, sehingga tak dapat menyaksikan bangunan yang merupakansymbolpersatuan umat Islam itu... Wanita itu tidak bisa melihat Ka'bah.Hasan tidak patah arang. Ia kembali membawa ibunya ke tanah suci tahunberikutnya.Anehnya, ibunya tetap saja tak dapat melihat Ka'bah. Setiap berada diMasjidil Haram, yang tampak di matanya hanyalah gelap dan gelap.Begitulah keganjilan yang terjadi pada diri Sarah.. hingga kejadian ituberulangSampai tujuh kali menunaikan ibadah haji.Hasan tak habis pikir, ia tak mengerti, apa yang menyebabkan ibunyamenjadi buta di depan Ka'bah. Padahal, setiap berada jauh dari Ka'bah,penglihatannya selalu normal. Ia bertanya-tanya, apakah ibunya punyakesalahan sehingga mendapat azab dari Allah SWT ?. Apa yang telahdiperbuatibunya, sehingga mendapat musibah seperti itu ? Segala pertanyaanberkecamuk dalam dirinya. Akhirnya diputuskannya untuk mencari seorangalim ulama, yang dapat membantu permasalahannya.Beberapa saat kemudian ia mendengar ada seorang ulama yang terkenalKarena kesholehannya dan kebaikannya di Abu Dhabi (Uni Emirat). Tanpakesulitanberarti, Hasan dapat bertemu dengan ulama yang dimaksud.Ia pun mengutarakan masalah kepada ulama yang saleh ini. Ulama itumendengarkan dengan seksama, kemudian meminta agar Ibu dari hasan maumenelponnya. anak yang berbakti ini pun pulang. Setibanya di tanahkelahirannya, ia meminta ibunya untuk menghubungi ulama di Abu Dhabitersebut. Beruntung, sang Ibu mau memenuhi permintaan anaknya. Ia punmaumenelpon ulama itu, dan menceritakan kembali peristiwa yang dialaminyaditanah suci. Ulama itu kemudian meminta Sarah introspeksi, mengingatkembali, mungkin ada perbuatan atau peristiwa yang terjadi padanya dimasa lalu,sehingga ia tidak mendapat rahmat Allah. Sarah diminta untuk bersikapterbuka, mengatakan dengan jujur, apa yang telah dilakukannya."Anda harus berterus terang kepada saya, karena masalah Anda bukanmasalah sepele," kata ulama itu pada Sarah. Sarah terdiam sejenak.Kemudian iameminta waktu untuk memikirkannya. Tujuh hari berlalu, akan tetapi ulamaitu tidak mendapat kabar dari Sarah. Pada minggu kedua setelahpercakapanpertama mereka, akhirnya Sarah menelpon. "Ustad, waktu masih muda, sayabekerja sebagai perawat di rumah sakit," cerita Sarah akhirnya. "Oh,bagus.....Pekerjaan perawat adalah pekerjaan mulia," potong ulama itu..."Tapi saya mencari uang sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara, tidakpeduli,apakah cara saya itu halal atau haram," ungkapnya terus terang. Ulamaituterperangah. Ia tidak menyangka wanita itu akan berkata demikian."Disana...." sambung Sarah, "Saya sering kali menukar bayi, karena tidaksemua ibu senang dengan bayi yang telah dilahirkan. Kalau ada yangmenginginkan anak laki-laki, padahal bayi yang dilahirkannya perempuan,dengan imbalan uang, saya tukar bayi-bayi itu sesuai dengan keinginanmereka."Ulama tersebut amat terkejut mendengar penjelasan Sarah."Astagfirullah. ....." betapa tega wanita itu menyakiti hati para ibuyangdiberi amanah Allah untuk melahirkan anak. bayangkan, betapa banyakkeluarga yang telah dirusaknya, sehingga tidak jelas nasabnya.Apakah Sarah tidak tahu, bahwa dalam Islam menjaga nasab atau keturunansangat penting.Jika seorang bayi ditukar, tentu nasabnya menjadi tidak jelas. Padahal,nasab ini sangat menentukan dalam perkawinan, terutama dalam masalahmahramatau muhrim, yaitu orang-orang yang tidak boleh dinikahi."Cuma itu yang saya lakukan," ucap Sarah. "Cuma itu ?" tanya ulamaterperangah. "Tahukah anda bahwa perbuatan Anda itu dosa yang luarbiasa,betapa banyak keluarga yang sudah Anda hancurkan !". ucap ulama dengannada tinggi."Lalu apa lagi yang Anda kerjakan ?" tanya ulama itu lagi sedikit kesal."Di rumah sakit, saya juga melakukan tugas memandikan orang mati.""Oh bagus, itu juga pekerjaan mulia," kata ulama. "Ya, tapi sayamemandikan orang mati karena ada kerja sama dengan tukang sihir.""Maksudnya ?". tanya ulama tidak mengerti. "Setiap saya bermaksudmenyengsarakan orang, baik membuatnya mati atau sakit, segala perkakassihir itu sesuai dengan syaratnya, harus dipendam di dalam tanah. Akantetapisaya tidak menguburnya di dalam tanah, melainkan saya masukkanbenda-benda ituke dalam mulut orang yang mati.""Suatu kali, pernah seorang alim meninggal dunia. Seperti biasa, sayamemasukkan berbagai barang-barang tenung seperti jarum, benang danlain-lain ke dalam mulutnya. Entah mengapa benda-benda itu sepertiterpental, tidakmau masuk, walaupun saya sudah menekannya dalam-dalam. Benda-benda ituselalu kembali keluar. Saya coba lagi begitu seterusnya berulang-ulang.Akhirnya, emosi saya memuncak, saya masukkan benda itu dan saya jahitmulutnya. Cuma itu dosa yang saya lakukan." Mendengar penuturan Sarahyang datar dan tanpa rasa dosa, ulama itu berteriak marah."Cuma itu yang kamu lakukan ?". "Masya Allah....!!! Saya tidak bisabantuanda. Saya angkat tangan".Ulama itu amat sangat terkejutnya mengetahui perbuatan Sarah. Tidakpernahterbayang dalam hidupnya ada seorang manusia, apalagi ia adalah wanita,yang memiliki nurani begitu tega, begitu keji. Tidak pernah terjadidalamhidupnya, ada wanita yang melakukan perbuatan sekeji itu. Akhirnya ulamaitu berkata, "Anda harus memohon ampun kepada Allah, karena hanya Dialahyangbisa mengampuni dosa Anda."Bumi menolaknya. Setelah beberapa lama, sekitar tujuh hari kemudianulamatidak mendengar kabar selanjutnya dari Sarah. Akhirnya ia mencari tahudengan menghubunginya melalui telepon. Ia berharap Sarah telah bertobatatas segala yang telah diperbuatnya. Ia berharap Allah akan mengampunidosaSarah, sehingga Rahmat Allah datang kepadanya. Karena tak jugamemperolehkabar, ulama itu menghubungi keluarga Hasan di mesir. Kebetulan yangmenerima telepon adalah Hasan sendiri. Ulama menanyakan kabar Sarah,ternyata kabar duka yang diterima ulama itu."Ummi sudah meninggal dua hari setelah menelpon ustad," ujar Hasan.Ulamaitu terkejut mendengar kabar tersebut. "Bagaimana ibumu meninggal,Hasan ?".tanya ulama itu. Hasanpun akhirnya bercerita :Setelah menelpon sang ulama, dua hari kemudian ibunya jatuh sakit danmeninggal dunia. Yang mengejutkan adalah peristiwa penguburan Sarah.Ketika tanah sudah digali, untuk kemudian dimasukkan jenazah atas ijinAllah,tanah itu rapat kembali, tertutup dan mengeras. Para penggali mencarilokasilain untuk digali. Peristiwa itu terulang kembali. Tanah yang sudahdigalikembali menyempit dan tertutup rapat. Peristiwa itu berlangsung begitucepat, sehingga tidak seorangpun pengantar jenazah yang menyadari bahwatanah itu kembali rapat. Peristiwa itu terjadi berulang-ulang.Para pengantar yang menyaksikan peristiwa itu merasa ngeri danmerasakansesuatu yang aneh terjadi. Mereka yakin, kejadian tersebut pastilahberkaitan dengan perbuatan si mayit.Waktu terus berlalu, para penggali kubur putus asa dan kecapaian karenapekerjaan mereka tak juga usai. Siangpun berlalu, petang menjelang,bahkansampai hampir maghrib, tidak ada satupun lubang yang berhasil digali.Merekaakhirnya pasrah, dan beranjak pulang. Jenazah itu dibiarkan sajatergeletakdi hamparan tanah kering kerontang.Sebagai anak yang begitu sayang dan hormat kepada ibunya, Hasan tidaktegameninggalkan jenazah orang tuanya ditempat itu tanpa dikubur. Kalaupundibawa pulang, rasanya tidak mungkin. Hasan termenung di tanahperkuburanseorang diri. Dengan ijin Allah, tiba-tiba berdiri seorang laki-lakiyangberpakaian hitam panjang, seperti pakaian khusus orang Mesir. Lelakiitutidak tampak wajahnya, karena terhalang tutup kepalanya yang menjorokkedepan. Laki-laki itu mendekati Hasan kemudian berkata padanya," Biar akutangani jenazah ibumu, pulanglah!". kata orang itu.Hasan lega mendengar bantuan orang tersebut, Ia berharap laki-laki ituakanmenunggu jenazah ibunya. Syukur-syukur mau menggali lubang untukkemudianmengebumikan ibunya. "Aku minta supaya kau jangan menengok ke belekang,sampai tiba di rumahmu, "pesan lelaki itu. Hasan mengangguk, kemudian iameninggalkan pemakaman. Belum sempat ia di luar lokasi pemakaman,terbersitkeinginannya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan kenazah ibunya.Sedetik kemudian ia menengok ke belakang. Betapa pucat wajah Hasan,melihat jenazah ibunya sudah dililit api, kemudian api itu menyelimutiseluruhtubuh ibunya. Belum habis rasa herannya, sedetik kemudian dariarah yangberlawanan, api menerpa wajah Hasan. Hasan ketakutan. Dengan langkahseribu,ia pun bergegas meninggalkan tempat itu.Demikian yang diceritakan Hasan kepada ulama itu. Hasan juga mengaku,bahwaseparuh wajahnya yang tertampar api itu kini berbekas kehitaman karenaterbakar. Ulama itu mendengarkan dengan seksama semua cerita yangdiungkapkan Hasan. Ia menyarankan, agar Hasan segera beribadah dengankhusyuk dan meminta ampun atas segala perbuatan atau dosa-dosa yangpernahdilakukan oleh ibunya. Akan tetapi, ulama itu tidak menceritakan kepadaHasan, apa yang telah diceritakan oleh ibunya kepada ulama itu.Ulama itu meyakinkan Hasan, bahwa apabila anak yang soleh itu memohonampundengan sungguh-sungguh, maka bekas luka di pipinya dengan ijin Allahakanhilang. Benar saja, tak berapa lama kemudian Hasan kembali mengabariulamaitu, bahwa lukanya yang dulu amat terasa sakit dan panas luar biasa,semakinhari bekas kehitaman hilang. Tanpa tahu apa yang telah dilakukan ibunyaselama hidup, Hasan tetap mendoakan ibunya. Ia berharap, apapunperbuatandosa yang telah dilakukan oleh ibunya, akan diampuni oleh Allah SWT.Semoga kisah nyata dari Mesir ini bisa menjadi pelajaran bagi kitasemua.Uang Rp 50.000 atau S$50 kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotakderma masjid, tetapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket. .. 45menit terasa gampang kita habiskan.selain ituterlalu lama untuk berzikir tapi betapa pendeknya waktu itu untukpertandingan bola sepak..berkumpul bersama shabat,dugem dll, Semua insaningin memasuki syurga tetapi tidak banyak yang berfikir dan berbicaratentang bagaimana untuk memasukinya.Kita mengirimkan ribuan 'jokes' dan 'suratberantai' yg penuh maksiatmelalui e-mailtetapibila! mengirimkan yang berkaitan dengan ibadah seringkali berfikir 2atau 3 kali.OLEH ITU JANGAN BIARKAN DIRI KITA INI MENJADI SEBAHAGIAN DARI KELUCUAN iniTERSEBUT,INSYA'ALLAH.Wassalamualaikum Wr.Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentarnya ditunggu ya agar semakin bagus aja nih blog aku...